Memuat
Perdagangan antar pulau punya satu masalah klasik: barang berjalan lebih cepat daripada catatannya. Nota ditulis di Surabaya, barang dibongkar di Papua, dan pertanyaan "ini barang siapa, sudah dibayar belum?" baru terjawab berminggu-minggu kemudian. Sistem ini menutup jarak itu.
Nota, stok, dan pengiriman dicatat terpisah di buku, Excel, dan grup WhatsApp sehingga angka antar cabang sering tidak cocok.
Selisih barang saat bongkar muat sulit ditelusuri — tidak ada catatan siapa yang mengubah data dan kapan perubahan itu terjadi.
Owner baru tahu untung ruginya setelah tutup buku, bukan saat keputusan masih bisa diambil.
10 modul inti yang dibangun untuk menutup masalah di atas.
Satu nota menampung banyak barang, dan tiap barang punya status, harga, serta riwayatnya sendiri. Barang bisa dipindah antar nota tanpa merusak jejak asalnya.
Barang dikelompokkan per keberangkatan kapal, sehingga isi tiap pelayaran, nilainya, dan statusnya bisa dibuka kapan saja.
Owner, Admin Surabaya, Admin Papua, Kurir, dan Toko bekerja pada data yang sama dengan hak akses yang tegas per peran.
Kurir mengunggah foto saat barang diterima. Klaim "barang tidak sampai" langsung punya pembandingnya.
Setiap perubahan pada nota, barang, dan pembeli tercatat lengkap: siapa, kapan, dari nilai apa ke nilai apa.
Data lama masuk lewat Excel, dan tabel puluhan ribu baris tetap ringan berkat pemrosesan di sisi server.
Laporan harian, laporan detail, dan laba rugi lengkap dengan grafik tren — siap cetak tanpa rekap manual.
Surat jalan dan nota tercetak langsung dari data yang sudah ada, bukan diketik ulang.
Akun e-commerce dan akun belanja dikelola dalam satu tempat agar penjualan lintas kanal tetap terekap rapi.
Data pembeli terpakai ulang otomatis saat membuat nota — lebih cepat, dan tidak ada nama ganda.