Memuat
Saya membangun sistem internal yang membuat operasional perusahaan berhenti bergantung pada catatan manual, WhatsApp, dan file Excel yang saling bertabrakan.
Fokus saya adalah memahami alur kerja lebih dulu, baru menulis kode. Saya terbiasa memetakan proses bersama owner, admin, hingga staf lapangan, lalu menerjemahkannya menjadi sistem berbasis Laravel dan MySQL yang mudah dipakai, punya hak akses tegas per peran, dan mencatat setiap perubahan. Hasilnya bukan aplikasi pajangan, melainkan sistem yang dipakai setiap hari — dari gudang Surabaya sampai Papua, dari meja kasir klinik sampai pinggir kolam tambak.
Bukan memaksa tim belajar aplikasi baru dari nol, tetapi memindahkan alur yang sudah berjalan ke tempat yang lebih rapi, lebih cepat, dan bisa diaudit.
Menelusuri alur kerja yang sedang berjalan, termasuk yang tidak tertulis di SOP.
Menyusun struktur data dan hak akses agar setiap peran melihat porsinya sendiri.
Modul inti dirilis lebih dulu supaya bisa dipakai sambil disempurnakan.
Pelatihan, perbaikan lapangan, dan pengembangan lanjutan sesuai kebutuhan nyata.
Sistem distribusi & ekspedisi antar pulau Surabaya - Papua dengan enam peran pengguna.
Sistem klinik kecantikan: booking, kasir, dompet digital, dan komisi staf otomatis.
Sistem budidaya tambak multi-lokasi: kualitas air, program pakan, hingga proyeksi panen.